Judul : Losing Hope
Penulis : Colleen Hoover
Penerjemah : Shandy Tan
Series : Hopeless #2
Publisher : Simon & Schuster
Tanggal rilis : 8 Juli 2013
Genre : Contemporary Romance



Hai gaes kali ini admin ingin nepatin janji di post sebelumnya. Bagi kalian pecinta novel, berbahagialah karena admin bakal kasih sinopsis lanjutan, yap buku kedua dari seri "Hopeless" karya Colleen Hoover. Berhubung admin males ketik ulang sinopsis di buku, jadi admin bakal langsung kasih review dari sisi admin aja ya, tetap lengkap kok ;) Oke check it out!

Di Hopeless, Sky meninggalkan rahasia yang perlu untuk digali, tidak ada perasaan yang janggal, dan tidak ada memori dilupakan, tapi masa lalu tetap pemegang misteri. Masih dihantui oleh gadis kecil yang ia biarkan pergi, Holder telah menghabiskan seluruh hidupnya mencari nya dalam upaya untuk akhirnya melepaskan diri dari rasa bersalah yang menghancurkan dia selama bertahun-tahun. Tapi dia tidak bisa mengantisipasi bahwa saat mereka berhubungan kembali, penyesalan yang lebih besar akan membanjiri nya. Terkadang dalam hidup, jika kita ingin maju, kita harus terlebih dahulu menggali jauh ke masa lalu kita dan menebus kesalahan. 

Dalam Losing Hope, penulis, Colleen Hoover mengungkapkan apa yang terjadi di kepala dalam Holder selama ini, semua harapan dan saat dimana "Apa ia bisa mendapatkan kedamaian yang sangat ia butuhkan?".
Saya memuji karakter yang ditampilkan dalam setiap novel yang ditulis oleh Colleen Hoover, jadi saya sangat bersemangat saat membaca seluruh bukunya, terutama Losing Hope. Diceritakan dari sudut pandang Holder, Colleen Hoover memberikan "fresh-look" dalam setiap kejadian dan tentang diri Holder sendiri. Tiga kata yang pas untuk novel ini yaitu : menawan, memilukan, indah.

Di halaman pertama dari kisah ini, kita dibawa ke dalam pikiran Holder tentang kejadian bunuh diri adiknya dan interaksi nya dengan Sky. Di Hopeless kita belajar segala sesuatu dari perspektif Sky dan di Losing Hope menceritakan segala sesuatu yang kita tidak tau dan dampak semua yang terjadi pada laki-laki yang rusak, sensitif dan menyedihkan ini. Kisah ini membuat saya ikut hanyut dalam cerita.

Sebelumnya saya menikmati keduanya, baik Holder dan Sky dalam novel sebelumnya, tapi setelah mengetahui isi dalam kepala Holder saat ia kehilangan adiknya, kembali ke rumah dan menemukan Sky membuat emosi saya ikut bermain. Hoover perlahan kupas kembali lapisan masa lalu Holder dan menunjukkan emosinya dan rasa bersalah yang ia bawa tentang adiknya dan gadis kecil yang menghilang. Kita melihat sisi sensitif dari Holder dalam novel ini ; bagaimana dia berjuang, perhatiannya terhadap Sky, orang tuanya dan melakukan hal yang benar. Hal ini dikisahkan sangat kuat dalam novel ini. Dean Holder pada dasarnya adalah seorang pria yang sepenuhnya baik yang harus berurusan dengan masa lalu nya yang traumatis. Sky yang tidak bersalah, rumit dan naif Slebih menarik dilihat saat dilihat melalui mata Holder. Sahabat Holder, Daniel sudah kembali dan dia adalah karakter sekunder yang kuat yang setia, lucu dan mendukung. Sekarang Breckin adalah teman terbaik Sky dan aku memuji dia yang menciptakan rasa humor dalam buku pertama dan kita mendapatkan sekilas lebih dari dirinya dan interaksinya dengan Holder membuat saya senang sebagai pembaca. Sementara Les, adik Holder, mendapat sedikit halaman, kehadirannya sangat kuat dengan cerita menawan nya.

Ini adalah penulis kedua yang  membuat saya takjub ketika menceritakan kisah yang sama dari POV yang berbeda. Yang pertama adalah Jamie McGuire dengan cerita Travis in Walking Disaster dan saya juga sangat memuji buku Hoover yang membawanya ke tingkat lain. Ini bukan tentang hanya bermain dengan satu adegan yang sama dari POV Holder, tapi dia memberi kita adegan baru, informasi yang terungkap, jawaban yang diberikan. Wawasan yang luar biasa dalam Holder dan perjuangannya terpisah dari Sky membuat buku ini luar biasa segar, dan membuat saya larut dalam setiap kata yang di sampaikan.

Sebagian hati mencintai Losing Hope bahkan lebih dari Hopeless, tapi jujur saya​​ tidak yakin apakah itu karena saya membaca buku pertama saja atau dua buku bersama-sama telah membuat saya jatuh hati sepenuhnya dengan pemuda bermasalah tampan, manis, mengagumkan bernama Dean Holder.

Bagi penggemar Colleen Hover, Losing Hope harus dibaca, dan jika Anda menyukai "Jamie McGuire’s’ Walking Disaster and Pushing the Limits" oleh Katie McGarry, kalian akan menikmati kisah ini juga. So, tunggu apa lagi, buruan beli novel nya :D


Judul : Hopeless ‘Tanpa Daya’
Penulis : Colleen Hoover
Penerjemah : Shandy Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 496 hlm.


Hopeless (English Version)

Hai gaes! Lama takjumpa yaa. Pasti udah kangen, yakan? Oke kali ini aku bakal post tentang novel lagi. Maklum lah, tema blog aku selama menempuh tugas ini ya tentang novel sama film *eh malah curcol*. Oke balik lagi ke pembahasan, kali ini tetep ngangkat novel dari Colleen Hoover. So, check it out!

Sinopsis (English Version) 
Sometimes discovering the truth can leave you more hopeless than believing the lies…
That’s what seventeen-year-old Sky realizes after she meets Dean Holder. A guy with a reputation that rivals her own and an uncanny ability to invoke feelings in her she’s never had before. He terrifies her and captivates her all in the span of just one encounter, and something about the way he makes her feel sparks buried memories from a past that she wishes could just stay buried.
Sky struggles to keep him at a distance knowing he’s nothing but trouble, but Holder insists on learning everything about her. After finally caving to his unwavering pursuit, Sky soon finds that Holder isn’t at all who he’s been claiming to be. When the secrets he’s been keeping are finally revealed, every single facet of Sky’s life will change forever.


Review 
Pertama membaca judulnya saja saya tidak tertarik. Hopeless. Yeah, kebiasaan buruk saya adalah men-judge segala sesuatunya dari luar. Yang membuat saya tertarik adalah rate tinggi di GR yang membuat saya penasaran. Terlebih Colleen Hoover adalah penulis dari Slammed series yang udah jadi "New York Times Best Seller"

Di sini, untuk tokoh Dean Holder dibuat dark. Bukan bad boy seperti kebanyakan tokoh pemuda remaja lainnya yang terdapat dalam genre ini. Bisa dibilang di sini Dean pemuda baik-baik yang terlalu menyayangi saudara perempuan kembarnya kemudian terlibat masalah yang membuatnya dicap sebagai bajingan.

Hopeless ini sebenarnya cerita dari sudut pandang Sky. Sempat kesel sama karakter Sky ini. Benar-benar kebiasaan saya yang selalu iri pada setiap tokoh utama wanita. Jadi dibuku mana sih saya ga pernah ga kesel sama karakter tokoh wanitanya? Selalu malah. Saya lupa nama panjang Sky ini siapa. Karena namanya kepanjangan (Kaya nama saya ga panjang aja) Kekesalan saya itu karena Colleen menggambarkan tokoh Sky yang seperti kehilangan jati dirinya yang sebenarnya ketika dia bertemu dengan Dean Holder.

Di sini Sky merasa ia memiliki ketertarikan khusus dengan Dean, namun sifat Dean yang naik turun membuatnya heran dan menyangkal perasaannya. Saya juga maklum sih. Karena Sky digambarkan sebagai sosok remaja perempuan yang tidak mudah tertarik dengan pemuda remaja. Bahkan ia masih virgin. Tapi yang saya sukai adalah keterusterangan Sky pada Dean. Ketika ia merasa ia ingin merasakan ciuman Dean, ia mengatakannya dengan terus terang hingga membuat Dean sendiri terkejut.

Untuk karakter Dean sendiri saya menyukainya. Alasannya karena ia tipe pemuda yang tulus dan tidak memanfaatkan Sky. Bahkan Dean bisa menahan hasratnya pada Sky meski sebenarnya *yang saya yakini* ia sendiri memiliki hasrat yang meledak-ledak terhadap Sky. Sifat Dean yang naik turun membuat saya penasaran karena ia tipe pemuda yang tidak akan mengatakan pemikirannya.
Namun pada akhirnya saya mengerti mengapa Dean bersikap seperti itu. Rahasia yang tadinya berusaha ditutupi oleh Dean mulai terkuak ditengah-tengah.

Yang paling menarik dari cerita ini adalah klimaks masalahnya. Sekalipun Sky berusaha menolak Dean karena ia tidak dapat menerima kenyataan, namun Dean tidak pernah meninggalkan Sky sedetikpun. Yeah, siapa coba yang tidak iri dengan romance scene seperti ini?

Oh, yang paling mengagumkan dan diluar perkiraan adalah pemberian judul buku ini. Dulu saya pikir Hopeless yang berarti kehilangan harapan, namun sebenarnya itu gabungan dari dua nama *tokoh penting* yaitu Hope dan Lesslie.

Mungkin kalian bingung kalo cuma baca sinopsis atau review nya. So, aku saranin deh buat baca novel nya langsung. Dijamin gabakal bingungin dan pastinya kaliuan bakal kebawa sama suasana dalam ceritanya. Oiya, nantikan juga sinopsis novel kelanjutannya yaa dan ini bonus kata kata Sky yang menarik (menurutku hihi)

“Aku ingin berpikir bahwa sebagian besar keputusanku sepanjang tujuh belas tahun usiaku merupakan keputusan cerdas. Jika kecerdasan bisa ditimbang, mudah-mudahan bobot keputusan bodohku lebih ringan daripada keputusan cerdasku.” – Sky, Hopeless hlm. 14

DIRECTOR : Alejandro González Iñárritu
RELEASE DATE : January , 2016
GENRE : Adventure, Drama, Western
SCREENPLAY / WRITERS : González Iñárritu (screenplay), Michael Punke (novel)
PRODUCERS : 20th Century Fox, Regency, Ratpac Entertainment
STARS : Tom Hardy, Leonardo DiCaprio, Will Poulter



Hai gaes! Postingan kali ini, aku akan bahas tentang film Revenant. Oiya sebelumnya, kalian masih ingat gak sih sama aktor utama di film Titanic? Yap, Leonardo Dicaprio, atau si Jack. Nah di film ini, Leonardo bakal nunjukin kemampuan akting hebatnya lo. Bedanya kalo di Titanic kan Romatic, nah kali ini temanya Adventure, So, check it out!




Revenant adalah sebuah pengalaman mendalam, yang diangkat dari sebuah kisah nyata ke layar lebar, sebuah petualangan sempurna seorang manusia, dengan kekuatan semangat untuk bertahan hidup yang luar biasa.


Hugh Glass (Leonardo diCaprio) adalah seorang diantara para penjelajah yang saat itu sedang memasuki pegunungan tak bertuan di Amerika, dalam penjelajahan itu, sekelompok pria itu sedang dalam aksi perburuan. Film ini adalah sebuah kisah yang akan mengajak kalian kembali ke tahun 1820an, 

Dalam perjalanan, seekor beruang kutub mendadak hadir diantara mereka, dan naas bagi Glass karena dia terserang oleh beruang itu, dicabik-cabik sementara rekan-rekan seperjalanannya tidak berencana menyelamatkan dirinya, bahkan berusaha saling menyelamatkan diri dan pada akhirnya meninggalkan Glass yang diterkam oleh beruang sedang berusaha untuk melakukan perlawanan yang sepertinya tak berimbang.

Namun rekan Glass benar-benar meninggalkannya, dan tak disangka Glass dapat menyelamatkan diri setelah berupaya melawan hantaman beruang ganas itu. Tak terbayangkan betapa sedih dan kecewa perasaan Glass yang begitu saja ditinggalkan oleh rekannya, dia telah kehilangan kepercayaan kepada teman paling dekatnya John Fitzgerald (pemain Tom Hardy).


Hanya bayangan kasih sayang keluarga yang terus berpacu di kepala Glass untuk dapat bertahan di tengah hutan kutub yang dingin dan banyak hewan buas serta penduduk asli yang tidak segan-segan menjadikannya santapan jika saja tertangkap.

Sebuah pembalasan dan penebusan atas peristiwa tragis yang terjadi terhadap Glass menjadi salah satu tekad untuk keluar dari hutan dan kembali menghadapi rekan-rekannya untuk menghabisi mereka.


Rekan-rekan yang telah jauh dari Glass pada akhirnya mengetahui bahwa Glass ternyata selamat dari serangan beruang, dan telah kepanikan mulai hadir dalam setiap perjalanan mereka. Masa-masa awal penjajahan kulit putih di benua Amerika kala itu membuat banyak warga asli yang terlibat dalam pembalasan itu, hingga meminta banyak korban.

Kehidupan Glass yang telah jauh memasuki dunia para penduduk asli, akan mendapatkan bantuan spritual dan kekuatan untuk membalaskan nyawanya yang ditinggalkan begitu saja.


Judul : Point of Retreat
Penulis : Colleen Hoover
Alih bahasa : Shandy Tan
Editor : Ambhita Dhyaningrum
Desain sampul : Edward Iwan Mangopang
Setting : Anton M.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2013
Tebal : 352 hlm.
ISBN : 978-979-22-7876-7




Hai guys udah lama nih ga posting lagi, Yap karena gatau harus nulis apa lagi, jadi admin milih lanjutin sinopsis novel karya Colleen Hoover ini. Berhiubung novel ini series, jadi admin bakal kasih sinopsis singkat semua series terjemahannya.

Beberapa tahun terakhir sungguh bukan rentang masa yang Will sukai. Sudah lebih dari tiga tahun berlalu, sejak kedua orangtuanya meninggal mendadak dan membuatnya harus membesarkan adiknya seorang diri. Keputusan Vaughn –mantan Will- mengakhiri jalinan kasih mereka yang sudah berjalan dua tahun, tak lama setelah kematian orangtuanya, sama sekali tidak menolong. Kepedihannya makin sempurna, saat Will terpaksa melepas beasiswanya. Keluar dari universitas dan kembali ke Ypsilanti untuk menjadi wali adiknya, Caulder merupakan salah satu keputusan terberat yang pernah diambil, namun sekaligus keputusan terbaik.

Setiap hari sepanjang tahun berikutnya, Will jalani dengan belajar membiasakan diri terhadap segalanya; membiasakan diri dengan patah hati, membiasakan diri hidup tanpa orangtua dan menjalani hal-hal mendasar menjadi orangtua, sekaligus sebagai tulang punggung satu-satunya untuk keluarga. Jika sekilas balik, rasa-rasanya Will tidak akan sanggup menjalani semua itu tanpa Caulder. Hanya dialah yang membuat Will sanggup bertahan. Syukurlah Will memiliki kasih seperti Layken yang bernasib sama dengannya; sudah tidak memiliki orangtua dan harus mengurus sang adik.

Julia tidak hanya membuat surat biasa untuk Layken dan Will, tapi juga menuliskan beberapa hal di guntingan-guntingan kertas lalu melipatnya menjadi bintang. Isinya berupa kutipan-kutipan inspirasional, lirik yang menginspirasi, atau sekadar nasihat bagus dari orangtua. Julia berpesan agar Layken dan Will membuka dan membaca pesan-pesan dalam bintang ini jika saat benar-benar membutuhkannya. Saat mereka mengalami hari yang buruk, jika mereka bertengkar, ataupun sekadar butuh sesuatu untuk mendongkrak semangat. Mereka boleh membuka satu bintang bersama-sama, boleh juga sendirian. Julia hanya ingin ada sesuatu yang bisa Layken dan Will jadikan pembangkit semangat jika dan ketika mereka membutuhkannya.

Dari sekian tokoh, aku menjatuhkan pilihan pada Kiersten. Tingkahnya yang polos dan apa adanya meski terkesan sok dewasa ini sungguh menggemaskan. Penjabarannya tentang kupu-kupu unik juga, saat minta bayaran kepada Will agar bisa berbaikan dengan Layken, belum lagi impiannya sesaat setelah kecelakaan yang ingin makan daging, pokoknya Kiersten ini tidak seperti remaja berumur sebelas tahun pada umumnya. Benar-benar kece!

Oya, Grandpa-nya Will juga lucu. Bayangkan seseorang yang sudah lanjut usia, sibuk main twitter. Bayangkan betapa bahagianya beliau ketika presiden mem-follownya. Belum lagi ceramahnya kepada Will tentang betapa pentingnya anak muda memiliki akun-akun media sosial. Kece ih Granpa ini ;)

Dan tokoh yang paling menyebalkan tentunya Vaughn, si mantan Will ini. Meski cuma nongol beberapa kali di novel ini, tapi rasanya pengen kepruk. Ada, ada banget manusia macam Vaughn ini dalam kehidupan nyata.

“Kalian sama-sama tidak memiliki ibu atau ayah untuk dimintai nasihat mengenai sebuah hubungan. Kalian sama-sama tidak punya siapa pun untuk jadi tempat bersandar dan menangis bila keadaan terasa berat, padahal keadaan pasti bertambah berat. Tak seorang pun dari kalian punya seseorang untuk dituju seandainya ingin berbagi kesenangan, kebahagiaan, atau perasaan sakit hati. Kalian sama-sama berada di pihak yang tidak beruntung jika dihadapkan pada aspek cinta ini. Kalian berdua hanya memiliki satu sama lain, dan oleh karenanya, kelak kalian harus berusaha lebih keras lagi membangun dasar yang kokoh bagi masa depan kalian bersama. Kalian bukan hanya menjadi cinta bagi satu sama lain; kalian juga menjadi satu-satunya kepercayaan diri bagi satu sama lain." - Surat Julia untuk Will dan Layken.

So, sudahkan kalian penasaran dengan isi novel ini? Yuk buruan baca biar ga makin penasaran. Dijamin kece deh guys :))